How to create a better CV (was: Recaps for the last few weeks)
Well, sudah agak lama juga ndak posting. Lagi sibuk-sibuknya nieh. Jadi ceritanya kita lagi tender untuk sebuah proyek di antah berantah. Ketika pendaftaran, yang masuk 40-an. Setelah memasukkan dokumen administrasi, yang masuk 7. Setelah aanwijzing, yang masukin dokumen penawaran 5. Dari 5, yang lolos (ndak kena diskualifikasi) 3, dan dari 3 itu 2 punya kita. :D
Usaha yang ndak sia-sia. Secara hari Sabtu dan Minggu masuk ke kantor, dan pulang rata-rata jam 11 malam. Benar-benar nieh proyek harus goal, kalau engga gwe bisa ngamuk hehehehe. Tapi perjuangan belum selesai, karena Selasa Rabu masih harus presentasi, dan berarti harus nyiapin presentasi. Wish us luck guys.
Untungnya, tender yang satunya lagi sama persis dengan yg ini, jadi ya tinggal copy paste saja :P.
Anyway, hari Kamis sebelumnya gwe interview (huehehe ada orang kantor yang mbaca ini gak yah? :P) di PricewaterhouseCooper. Pake ada test segala, bahasa Inggris (60 soal dalam 60 menit), logic (100 soal dalam 60 menit) dan teknis (10 soal dalam 30 menit). Yah I think I've done a pretty good job there. Juga interviewnya yang menyenangkan. Diinterview tiga orang yang menurut gwe pertanyaannya benar-benar smart.
Ada satu yang benar-benar nempel di otak gwe. Kamu pengin jadi kepala tikus atau ekor gajah? Maksudnya, kamu memilih untuk menjadi seorang C-level (atau manager) di sebuah perusahaan kecil atau menjadi staff di perusahaan besar? Heummm I think this is an easy question, I would go with ekor gajah, karena nantinya ya tujuannya ke kepala gajah juga tho. Kalau sudah di kepala tikus ya sudah tidak bisa maju lagi kecuali ya gwe benar-benar kerja keras ngebesarin company ini (ini dari pandangan seorang manager yang tidak punya share di company ini, beda lagi kalau company ini milik gwe).
Yah tapi itu cuma happy go lucky saja, karena aku dan Nie sudah membuat semacam balanced score card *lirik pak Riri* untung-ruginya kalau I move to that company. Hasilnya? Rahasia :). Lucunya waktu itu ngirim CVnya jam 12.30, dan tahu-tahu ditelpon jam 14.30! Wow what a record! Hanya dalam dua jam langsung ditelpon.
Sedikit tambahan untuk rekan-rekan yang sedang nyari kerja dan ngelamar-ngelamar. Ini tips dari gwe:
- Buat CVmu sebagus mungkin. Kalau pengalaman kamu masih kurang, ya setidaknya tampilan CVmu dibuat sebagus mungkin. I quote:
"This research shows that reliable decisions about your site can be made in as little as 50 milliseconds (1/20th of a second), according to Canadian researchers. … A clean, professional, and fast-loading site can ensure that your first impression will be a good one. -BBC News, Jan. 16, 2006"
Yes I know that this research adalah untuk website, tapi apa bedanya tampilan CV dan tampilan website. Menurutku sama saja. IMHO, based on my experience in opening job vacancies baik waktu itu di Inixindo maupun di My Consulting ini, tampilan CV yang bagus membuat orang-orang HRD itu eager to read. Kalau tampilannya STD saja, ya orang-orang HRD akan menganggap isinya sama saja. Yang dibaca paling pendidikan (UI, ITB atau bukan) dan berapa jumlah pengalaman kerjanya saja, bukan detail deskripsi yang elo buat di masing-masing point pengalaman kerja tersebut. Setelah itu di skip. Kalau stuck ternyata CV yang bagus jumlahnya sedikit, baru orang-orang HRD akan membaca ulang entry-entry sebelumnya.
Kalau dibilang "Koq jahat banget ndak dibaca hanya gara-gara tampilannya kurang?" Well kamu harus jadi orang HRD dulu untuk tahu jawabannya. Karena CV yang masuk itu puluhan bahkan ratusan. Kira-kira decision seseorang itu bagus atau tidak darimana? Ya dari tampilannya dulu donk. Ndak cukup lah waktu kalau harus dibaca satu-satu. Kalau dokumennya bagus, well at least he/she is good in Word right? Dan hari gini orang ndak bisa ngetik di Word? Ya ke laut aja. Lalu kalau ternyata CV yang di skip itu ternyata orangnya benar-benar bagus dan kompeten, trus gimana? Well then argumennya adalah, "We don't need unlucky people in this company." :) - Beauty is in the eyes of the beerholder :P. Maksudnya ada baiknya CV itu diikutkan juga foto kamu. Pasti ada yang protes, hey orang nyari kerja adalah skillnya, bukan tampangnya. Well I know, tapi menurut elo ada yang mau gitu mengundang interview orang yang tampangnya kaya teroris, kriminal atau hardcore rocker? Kalau ndak ada foto elo, pasti orang-orang HRD pikir-pikir dulu, sama saja seperti kucing dalam karung. Kalau pun kamu diundang ya pastinya untung-untungan.
Lalu, foto yang elo masukkan jangan foto box! Gosh we will find you ndak modal dan katro habis. At least pas foto, dan lebih bagus jika dibuat secara profesional, dalam arti lighting, exposure, komposisi, artistik dan make upnya bagus. - Jangan kirim dalam bentuk Word! Yup format .doc itu memiliki resiko yang cukup tinggi. Pertama, beberapa program spam assasin dan antivirus cenderung menganggap file .doc itu berbahaya! Sama halnya dengan file .exe (Walau sudah elo kompress di file zip sekali pun. Coba saja nge-zip file .exe lalu dikirim via Gmail, dijamin diTOLAK walaupun ndak ada virusnya). Jadi solusinya, covert to PDF donk. Ndak tahu caranya? Googling donk. (hint: cari pdf writer atau kalau pakai Office 2007 tinggal download plugins PDFnya). Ndak mau khan CV elo ndak nyampe hanya karena diblok oleh program spam assasin. Perlu diperhatikan, program spam assasin akan menghapus file tersebut, dan elo tidak akan di-notify bahwa dokumen anda sudah di-alter.
Lebih katro lagi kalau memang ternyata file .doc-nya ada virusnya. Bakalan disumpah ndak dapet-dapet pekerjaan deh loe. Hoiyah, kita juga deg-degan kalau buka file .doc apalagi dari pengirim tak dikenal (alias pelamar). Apalagi kalau ndak ada program antivirus, pasti bilang "nanti dulu deh bukanya, kali nemu yang lebih bagus." Trus elo jangan terlalu pede dengan menganggap file .doc elo bebas virus (apalagi kalau aksesnya lewat public places such as di kampus maupun di warnet). - Think out of the box. Buat inovasi-inovasi di CV yang elo kirim. Kalau saya pribadi, saya melakukan perubahan di cover letter gwe. Coba bandingkan cover letter ini:
Berkenaan dengan penawaran kerja dalam milis vacancy.com, dengan ini saya berminat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ditawarkan sebagai...
atau ini:Dear Sir,
Menurut elo cover letter ini akan dibaca ndak? Well if you have hundreds of cover letter to read, well I don't think so. Well then make some changes donk! Contohnya ini:
I'm interest in your opportunity for .... My name is ..., 34 years old.What do you get when you combine excellent academic background with great interpersonal skill and extensive knowledge in Information Technology?
You will get those in me, Natali Ardianto.
Lalu setelah itu bercerita excellent academic background didapat dari Ilmu Komputer UI, interpersonal skill didapet dari pengalaman ngajar 2 tahun, dan extensive knowledge in IT didapat dari posisi saat ini sebagai product development, gituh.
Connected links:








8 Comments:
Wah, hebat mas tips2nya. Innovatif dan menarik sekali kalimat pada paragraf terakhir..."at least membuat kalian berpikir...."
Thanks for sharing...
you are over qualified for that position, daddy...
boleh liat contoh cv nya gak mas adhe ? kayaknya bagus jg buat dicoba diterapin....
anyway....maen j2me nggak ? pengen nanya2 ttg j2me nih kalau maen di j2me....
awankthereds@gmail.com
Kebetulan 2 hr lagi saya mau tes di PWC dan saya nyari2 info ttg tes di PWC itu di internet dan kebetulan nyampe lah di blognya mas Natali ini. Kalo boleh, karena mas Natali prnah tes di PWC, boleh donk sharing dikit tentang tes teknisnya yang 10 soal itu.. Tentang apakah secara spesifiknya? Hitung2an feasibility study kah? Tentang hitung2an saham kah? atau teori2? Terima kasih banyak tak terhingga banget ya kalo Mas Natalie mau sharing..
Heumm, you didn't give me any email. So here's my response.
Testnya yang paling susah ya psikotesnya saja. A whole lot of questions for a limited time. Standar test yang sering kamu lihat di buku2 psikotes seperti what comes next after 1, 2, 4, 8? That kind of stuff.
Trus kalau yang teknis. Actually this is the easiest. Jangan pikir yg macem-macem kaya case studies and analysis. It's more like "Bagaimana caranya tahu jika network connection ke IP 192.168.0.2 berhasil? a. di command prompt ketik 'ping 192.168.0.2' dst". Ndak nyangka bakalan seperti ini khan pertanyaannya? hehehe. If you are an avid computer geek (yg suka ngoprek2 komputer seperti gue), I guess you should focus on the IQ test.
Oiya saya sampe lupa ngasih alamat email.. hehehe. Anyway, thanks bgt loh mas Natalie mau sharing pengalaman nya.. Brarti saya mesti latihan itung2an lagi ya.. hehehe..
sy anjas.. :)
Mas, klo boleh tau apply posisi apa di PWC? System and Process Assurance ya?
Klo boleh tau lagi "10 pertanyaan teknis" itu essay apa pilihan ganda?
klo boleh tau "lebih dalam" lagi, apa aja pertanyaannya? :p
tengkyu sblmnya.. :D
Wah sorry man, gwe udah lupa banget pertanyaan-pertanyaannya :D But to be honest with you, I was happy for not being accepted at PWC. After that, I got a job as a digital strategist, promoted to technology manager, and now I am a head of IT :)
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home