Adheaven - Webpreneur, Futurist and Technologist

The official Natali Ardianto blog

21 July 2006

Tsunami itu sudah diprediksi

Coba dengar apa yang dikatakan seorang Menristek Indonesia tercintah ini berkaitan dengan tsunami beberapa saat yang lalu:
"Tetapi kita tidak mengumumkan hal tersebut, karena tidak ingin mengeluarkan peringatan yang dianggap tidak perlu. Bagaimana jika kita mengumumkan adanya bencana itu, tetapi ternyata tidak terjadi?" kata Kusmayanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/7), tanpa memerinci penjelasan tersebut.
Meskipun nantinya tsunami itu tidak terjadi, namun lebih baik peringatan itu disampaikan. "Lebih baik dikasih tahu meskipun tidak terjadi. Daripada diam tapi jadi begini. Kalau tidak jadi kan orang tinggal bersyukur," tambah Sidharto.
Wah berarti di tangan menristek itu sudah meninggal 550 orang lebih! Aduh alasan-alasan seorang menristek o'on bener sih? Apa susahnya mengabarkan berita itu? Nieh tak kasih ide scenario jika perlu melakukan broadcast.

Pertama, jalin kerjasama dengan para provider seluler. Sebagai menristek punya power tho untuk memaksa mereka menyetujui kerjasama itu. Jadi kalau ada amaran seperti yang terjadi saat itu, menristek bisa tinggal kirim ke nomor tertentu, maka operator yang menerima tinggal menset BTS mana saja yang bakalan menbroadcast SMS message itu, jadi message bisa dilokalisasi. Perlu otorisasi dari pimpinan provider seluler? Pakai interrupt nol saja, alias ndak boleh ditunda-tunda. Lha yang punya power ini.

Alesan, bilang orang-orang khan pada ndak punya hape? Lha tukang bakso aja punya. Yang ngga punya ya nasib. Lagipula coba, mean of communication yang sangat private itu apa? Ya hape itu. IMHO orang yang punya hape akan sangat rindu dan kehilangan kalau lupa bawa hape. Ya thooo. Hayooo ngaku. Bener khan?

I say, turunkan menristek! Ndak becus dan malah hanya berusaha saving his own a*s.

Connected links:

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home